Rabu, 09 Agustus 2017

CEO BlackBerry Tawari Menkominfo Sebuah Aplikasi Anti Sadap

[Detik.net] Jauh-jauh singgah ke Indonesia dan menyambangi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Bos BlackBerry mencoba merayu pasar Tanah Air bersama software keamanannya mereka.

BlacBerry kini sudah sangat berbeda. Perusahaan teknologi asal Kanada ini sudah dapat mengalihkan fokus bisnisnya dari hardware ke software, lebih-lebih yang terkait bersama keamanan.

"Mereka sudi masuk ke pasar korporasi di Indonesia, salah satunya consider untuk software security-nya supaya dimanfaatkan oleh pemerintah," ujar Rudiantara ditemui usai pertemuan di Kementerian Kominfo, Rabu (9/8/2017).

Rudiantara menceritakan umpama kasus di Jerman. Kanselir Jerman Angela Markel dulu marah sebab ponselnya diduga disadap oleh pihak lain. Ketika itu, Pemerintah Jerman menghendaki BlackBerry untuk menggunakan aplikasi keamanan buatannya.

Rudiantara sempat mendatangi unit kemanan punya BlackBerry yang menyebabkan aplikasi keamnan berikut pada April lalu.

"Ketemu dengan mereka, bagaimana cara mereka untuk mengembangkan software aplikasinya dan telah fokus pada sekuritiatau keamanan. Itu yang kami pertimbangkan untuk dapat digunakan pemerintah. Wong Pemerintah Jerman saja pakai," sebut Chief RA.

Ketika ditanya lebih tegas apakah Indonesia dapat ikuti jejak Jerman yang menggunakan aplikasi keamanan BlackBerry untuk digunakan di pemerintahan. Ia mengatakan sedang mempertimbangkannya.

"Saya pertimbangkan, aku sudah berkata bersama mereka kurang lebih penggunaannya berapa tetapi belum diputuskan. Indonesia pertimbangkan saja untuk menggunakan aplikasi security BlackBerry digunakan oleh pemerintah," tuturnya. 

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon