Minggu, 22 Maret 2015

USB Dikhawatirkan Jadi Penyebab Malware

Tags

USB Dikhawatirkan Jadi Penyebab MalwareUSB Dikhawatirkan Jadi Penyebab Malware - Awal bln. ini, khalayak di buat kagum dengan USB-C lantaran nampak di piranti Apple teranyar. Port sambungan baru itu diramalkan akan jadi trend hari esok untuk semua piranti elektronik. Mungkin saja lantaran port sambungan ini lebih praktis serta tidak makan tempat.


Pasalnya, USB-C mengakomodir dua manfaat sekalian, yaitu untuk transfer data serta pengisian daya. Diluar itu, ukurannya lebih kecil di banding port USB standard yang kerap kita jumpai.

Apple mengawali pemakaian USB-C pada product terbarunya, MacBook Retina 12 inci. Tidak ingin kalah, Google juga menyusul lewat product Chromebook Piksel teranyarnya. Pihak Google juga mendeklarasikan akan menyematkan USB-C pada hp-ponsel Android setelah itu.

Tetapi dibalik kepraktisan USB-C, ada satu hal yang mungkin luput dari perhatian beberapa vendor, yaitu permasalahan keamanan. Ditulis KompasTekno, Rabu (18/3/2015) dari Gizmodo, USB-C dilaporkan akan lebih rawan pada serangan malware, peretas, serta agen mata-mata.

Masalahnya, USB-C mengakomodir dua manfaat, transfer data serta pengisian daya, yang malah jadi pintu masuknya serangan. Beberapa peneliti tehnologi pernah membuka kerentanan ini dalam suatu laporan yang berjudul " BadUSB ".

Menurut laporan, sekali ada sambungan USB yang terkoneksi ke computer, baik itu untuk transfer data atau pengisian daya yang disambungkan ke smartphone, jadi serangan malware sangat mungkin.

" USB-C memanglah lebih fleksibel serta terbuka. Namun kemunculannya dibarengi dengan serangan yang akan lebih gampang serta banyak ke computer, " demikian kata salah satu peneliti BadUSB, Karsten Nohl.

Sisi yang paling ngeri yaitu, malware segera menginfeksi system kontrol USB. Berarti, selama ini, sulit untuk menghilangkan malware dari computer yang diserang.

Saat sebelum ada USB-C, piranti dapat lebih aman. Sepanjang pemakai tidak asal-asalan menyambungkan piranti-perangkat lewat kabel ke port itu, semestinya computer terus " bersih ". Nah, untuk USB-C pasti hal semacam ini lebih susah diaplikasikan. Port itu yaitu hanya satu saluran penghubung baik untuk transfer data ataupun charging. Tidak ada pilihan lain terkecuali memakainya seringkali serta lama.

Waktu lakukan pengisian daya, pasti piranti tidak bakal selama-lamanya di-charge dari sumber listrik yang sama. Pemakai yang berpindah-pindah tempat mesti memakai sumber listrik yang bertukar-ganti.

Belum lagi bila pemakai sama-sama meminjam alat pengisi daya dengan pemakai yang lain. " Jalinan " yang bertukar-ganti pasti tak aman serta dapat menularkan virus.

Pada dasarnya, bila merujuk pada laporan BadUSB, vendor piranti semestinya pikirkan langkah untuk memusnahkan USB. Umpamanya dengan bikin alat pengisian daya nirkabel serta transfer data melalui Bluetooth yang lebih gampang.


EmoticonEmoticon