Senin, 09 Februari 2015

Masalah Blokir Internet, Kominfo Akui Bukan Dewa

Tags

Masalah Blokir Internet, Kominfo Akui Bukan DewaMasalah Blokir Internet, Kominfo Akui Bukan Dewa - Menkominfo Rudiantara menyatakan blokir internet terus mesti ada di Indonesia. Tetapi Rudiantara menyampaikan Kominfo tak lakukan pemblokiran itu dengan cara membabi buta atau punya maksud mau mengatur moral orang-orang.

Bicara didalam acara Kompasiana TV, Kamis (5/2/2015), Rudiantara menyebutkan pemblokiran yang dikerjakan pada awal mulanya mempunyai kekurangan dalam soal governance (Undang-undang), karenanya ia juga berterima kasih lantaran orang-orang saat ini ajukan judicial review pada Ketentuan Menteri perihal Content Multimedia.

" Memanglah ada kekurangan dalam soal governance-nya, penyelesaiannya yaitu dengan mengajak stakeholder, netizen, serta pelaku industri kreatif, " sekian tutur pria yang sering disapa Chief RA ini.

Menurut dia, judicial review itu malah jadi suntikan semangat untuk Kominfo untuk lakukan perbaikan, baik pada Ketentuan Menteri ataupun undang-undang ITE.

Kominfo bukanlah dewa.

Waktu di tanya bagaimana caranya pemblokiran yang sesuai sama, Rudiantara menyampaikan Kominfo mesti melibatkan panel. " Kominfo itu bukanlah dewa yang serba tahu mana yang baik serta jelek, karenanya kita bentuk panel yang terdiri atas 20-30 orang yang melibatkan prominent people, " tuturnya.

Sekarang ini, Rudiantara mengakui tengah me-loby beberapa tokoh orang-orang yang dinilai pas untuk jadi anggota panel itu dalam memastikan kontent filtering.

Menyikapi hal itu, Edi Taslim sebagai CEO Kompasiana yang juga ada dalam diskusi di KompasianaTV menyampaikan bahwa langkah yang dilakuakn Kominfo sekarang ini telah pas dengan melibatkan pelaku serta tokoh-tokoh yang memanglah tahu perihal kontent filtering.

" Telah pas (langkah Kominfo), bila yang anjuran referensi filter yaitu orang yang pakar di bagiannya, serta bukanlah satu orang namun ada panelnya, menurut saya telah cocok, " sekian tutur Edi.

Edi juga menyoroti baiknya panel yang terbentuk itu mesti transparan, orang-orangnya siapapun. Lantaran di kuatirkan ada praktik rekayasa yang memblokir website spesifik tanpa ada argumen kuat, atau untuk kebutuhan satu pihak saja.

Diluar itu, Edi memiliki pendapat bahwa terkecuali panel, ikut serta orang-orang juga mesti diikutkan.

Bukanlah punya maksud mengatur moral

Dalam peluang yang sama, Rudiantara juga menyikapi kritikan pada Kominfo yang dikira terlampau mau mengatur moral orang-orang dengan memastikan content apa sajakah yang bisa dibuka di internet.

Menurut Rudiantara, Kominfo bukanlah mengatur moral, tetapi mengatur serta berikan jalan saja bagaimanakah ber-internet yang sehat.

" Bila permasalahan moral, Kominfo bukanlah mau mengatur moral, kita cuma memanajemeni bagaimanakah operasionalnya serta lakukan pengawasan, memberi teknologinya, itu saja, " katanya.

" Oleh karena itu terbentuk panel yang terdiri atas sebagian orang yang memanglah mempunyai kemampuan di bagiannya, " tambah Rudiantara.

Menteri Rudiantara juga menyampaikan bahwa ia bukanlah orang yang paling tahu, karenanya ia buka diri dalam terima tiap-tiap kritikan, anjuran serta support pada Kominfo.

" Bila ada langkah (pemblokiran) lain yang tambah baik, kasih tau saya, saya welcome saja, " tutur Rudiantara.


EmoticonEmoticon