Sabtu, 28 Februari 2015

Facebook Luncurkan Fitur Anti Bunuh Diri

Facebook Luncurkan Fitur Anti Bunuh Diri - Facebook melaunching aplikasi baru untuk pencegahan bunuh diri. Lebih tepatnya, aplikasi ini menolong pemakai yang cemas atas keadaan rekan, keluarga, atau kerabat yang dikira punya potensi mengakhiri hidup.

" Kerapkali, rekan serta keluarga dapat mencermati gerak-gerik bila seorang bakal coba bunuh diri, tetapi mereka tidak paham mesti berbuat apa, " kata kontent strategist Facebook, Holly Hetherington, seperti diambil KompasTekno, Jumat (27/2/2015) dari BBC.

Di sinilah peran Facebook menolong pihak-pihak yang perduli dengan keadaan kerabatnya itu. Lantas bagaimanakah mekanisme kerja aplikasi terbaru ini?

Di zaman serba moderen, ikatan manusia dengan internet terbilang kuat. Sebagian jenis manusia bahkan juga lebih leluasa meluapkan isi hatinya didunia maya, umpamanya lewat jejaring sosial sejenis Facebook.

Karenanya, bila ada kerabat yang mengunggah beberapa hal memiliki nuansa " bimbang " sampai mengarah ke pikiran untuk bunuh diri, pemakai bisa melaporkan unggahan-unggahan itu ke tim Facebook lewat aplikasi pencegahan bunuh diri.

" Bakal ada tim spesial yang bekerja 24 jam untuk membahas laporan-laporan yang masuk. Lalu, tim itu yang bakal menolong dengan pendekatan psikologi, " demikian kata tim Facebook.

Facebook Luncurkan Fitur Anti Bunuh DiriWaktu pemakai yang punya niat bunuh diri masuk atau log-in kembali ke Facebook, pesan spesial bakal tercantum di monitor pirantinya. Pemakai bisa pilih untuk mencurahkan isi hati atau " sharing " pada seorang. Dapat pula pemakai pilih untuk di beri panduan agar tidak berlarut-larut dalam rasa sedih.

Rekan yang melapor juga diakomodir untuk menghubungi kerabatnya yang punya niat bunuh diri, mengumpulkan support dari pemakai-pengguna lain, atau terlibat perbincangan dengan ahli bunuh diri. Bagaimanapun, ada kemungkinan penambahan stres untuk pemakai yang tahu bahwa kerabatnya punya niat bunuh diri.

Dalam menggodok aplikasi ini, Facebook bekerja bersama dengan organisasi-organisasi kesehatan mental seperti Forefront, Now Matters Now, the National Suicide Prevention Lifeline, serta Save. org.

Sayangnya aplikasi ini baru dapat dipakai di Amerika Serikat. " Facebook masih tetap selalu meningkatkan aplikasi yang pas untuk pemakai diluar AS, " kata perwakilan Facebook.

Aplikasi ini, meskipun untuk persepsi beberapa orang mungkin saja masih tetap tabu, tetapi cukup utama. Mengingat, laporan Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) pada akhir th. lantas menyebutkan kian lebih 800. 000 orang wafat lantaran bunuh diri setiap tahunnya.

Laporan itu juga membuka bahwa angka kematian lantaran bunuh diri semakin besar dibanding lantaran perseteruan, perang serta bencana alam sekalian. Ditulis, tiap-tiap 40 detik seorang di satu tempat didunia wafat bunuh diri.


EmoticonEmoticon