Sabtu, 22 November 2014

9 Modus Penipuan Di Internet

Tags

9 Modus Penipuan Di Internet

9 Modus Penipuan Di Internet - Apa jadinya saat Anda tengah asik berselancar di Internet mendadak nampak iklan, atau penawaran potongan harga? Jadinya Anda bakal tutup atau malah membukanya lantaran penasaran. Berhati-hatilah, ini bisa saja saja umpan serangan pada piranti, seperti virus serta malware, atau bahkan juga pencurian data 

Banyak modus yang dipakai untuk menjebak pemakai Internet. Jebakan sering nampak di website atau aplikasi di piranti mobile. Ini searah dengan meningkatnya penetrasi Internet di semua dunia yang di dukung oleh naiknya pemakai telpon cerdas. 

Dari demikian banyak website Internet, media sosial di kira tempat basah untuk pelaku kejahatan dunia maya. Instansi analisa Webcertain Kelompok melaporkan, jumlah pemakai media sosial di Asia-Pasifik diperkirakan meraih 1 miliar sampai akhir 2014. 

“Penipuan di media sosial semakin popular, ” tutur Terrence Tang, Direktur Senior Consumer Business Trend Micro untuk Asia-Pasifik. Trend Micro yaitu penyedia system keamanan digital. 

Salah satu cara yang umum dipakai pelaku kejahatan yaitu memancing pemakai Internet untuk mengunduh aplikasi yang di-posting di media sosial. Ada juga penipuan yang meminta calon korban untuk mengklik website. 

Hasil analisa Trend Micro perihal bermacam modus ancaman didunia maya mengelompokkan modus ke sembilan cara. Pertama yaitu " Facebook Color Change " yang mengarahkan pemakai ke website palsu. Nantinya, profil pemakai bakal dibajak serta masuknya infeksi pada piranti. 

Setelah itu yaitu " Who Viewed Your Facebook Profile ". Untuk beberapa orang, paham siapa yang lihat profil mereka yaitu hal yang menarik. Mereka tak paham bahwa dibalik itu, ada ancaman scammer. 

Juga ada video yang mencantumkan judul menarik di media sosial, semisal “Not Safe for Work” atau “Outrageous”. Waktu judul itu diklik, kurun waktu singkat bakal masuk virus ke piranti. 

Selanjutnya yaitu video telanjang yang nampak berbentuk tautan atau iklan. Waktu diklik, bakal nampak perintah untuk meng-instal updater untuk melakukan perbaikan Flash Player supaya bisa saksikan video. Modus sejenis ini tidak cuma meneror dengan cara tehnis, namun juga privacy lantaran biasanya photo pemakai bakal dicuri. 

Ada pula aplikasi yang berperan seperti InstLike untuk menaikkan pengikut untuk pemakai Instagram. Aplikasi ini bakal mengambil password serta info pribadi. 

Sama dengan InstLike, di media sosial Twitter ada aplikasi Instant Followers untuk menaikkan jumlah pemakai kurun waktu singkat. Modus lain yang nampak di Twitter yaitu tautan yang biasanya berjudul “Saya barusan lihat photo Anda” yang nyatanya diisi spam. 

Basis situs (blog) Tumblr juga tak luput dipakai juga sebagai media untuk meneror pemakai Internet. Di Tumblr, modus yang biasanya nampak yaitu ajakan untuk buat account kencan. Setelah itu yaitu survey palsu yang seakan tawarkan hadiah untuk pemakai Internet. 

Selain media sosial, tujuan empuk serangan dunia maya yaitu portal berita. “Biasanya bakal banyak modus yang mendompleng momen besar, ” tutur Country Leader Trend Micro Indonesia, Dhany Sulistyo, melalui sambungan telpon. 

Dhany mencontohkan, umpan bakal nampak berbentuk tautan yang seakan menjadi lanjutan berita dari momen. Saat diklik, nyatanya menjadi info palsu yang memiliki kandungan malware. 

Dia menyampaikan malware tambah lebih beresiko dibanding virus. Malware sifatnya tak segera mengakibatkan kerusakan piranti, tetapi jadi jalan untuk peretas untuk membobol data pemakai Internet. 

Menurut Dhany, ancaman ini makin bertambah lantaran malware saat ini masuk melalui aplikasi di piranti bergerak. “Perangkat yang makin smart juga buka pintu lebar untuk peretas, ” kata Dhany. 

Tren serangan dunia maya juga harus buat media sosial makin siaga. Sebangsa, yang disebut media sosial buatan Indonesia meletakkan server ditempat teristimewa. Ini dinilai lebih aman dibanding menyewa server di pihak lain. 

“Kami memakai peranti lunak keamanan di server serta cloud, ” tutur Chief Executive Officer serta Principal Founder Sebangsa, Enda Nasution, Selasa minggu lantas.


EmoticonEmoticon