Minggu, 19 Oktober 2014

Kejahatan Dunia Maya di Indonesia Mengkhawatirkan

Tags

Kejahatan Dunia Maya di Indonesia Mengkhawatirkan

Kejahatan Dunia Maya di Indonesia Mengkhawatirkan - Kejahatan dunia maya di Indonesia sekarang ini mencemaskan, meletakkan Indonesia juga sebagai negara nomer satu didunia yang paling banyak memperoleh serangan didunia maya, menurut data yang nampak dalam acara Indonesia Cyber Crime Summit di Institut Tehnologi Bandung (ITB) minggu lantas. 

Dimitri Mahayana, direktur instansi penelitian Telematika Berbagi Vision yang lakukan riset pada 2013, menyampaikan Indonesia memperoleh 42. 000 serangan didunia maya /hari, yang dapat merongrong keamanan perusahaan serta negara. 

Ia menyampaikan data itu tunjukkan ada kerentanan yang butuh diperbaiki, salah satunya lewat penegakan hukum, regulasi undang-undang, serta pembentukan tubuh spesial yang memonitor gerakan jalur Internet atau pasukan cyber. 

“Jalur masuk Internet baiknya dibatasi, lantaran tidak ada pembatasan jalur masuk sangatlah susah untuk memantau. Saya tak meyakini cyber crime di Indonesia atau cyber security bakal bertambah bila dia tak di pimpin segera oleh RI1. Serta hal ini dapat dikerjakan di Amerika, ” katanya. 

Tenaga Pakar Bagian Iptek Instansi Ketahanan Nasional (Lemhanas), Kurdi Nantasyarah, menyampaikan sekarang ini Indonesia cuma mempunyai satu undang-undang yang mengatur perihal kejahatan dunia maya hingga ketentuan itu butuh direvitalisasi. 

Usaha yang lain yakni dengan pembentukan tubuh spesial yang mengatasi kejahatan dunia maya lantaran kesadaran nasional pada kejahatan dunia maya ini masih tetap sangatlah rendah. 

“Di Amerika ada tubuh spesial, di Rusia, di China juga, India juga mempunyai tubuh spesial. Serta dari tubuh-badan spesial yang ada di negara itu jadi kita pernah mendengar yang namanya Cyber Army. Serta tubuh-badan spesial itu letaknya di security institusi disana, ” katanya. 

Disamping itu, direktur Tindak Pidana Ekonomi Spesial Kabareskrim Polri, Brigjen Polisi Kamil Razak mengungkap, pihak kepolisian sampai kini masih tetap alami masalah dalam membuka ataupun menangkap pelaku kejahatan dunia maya. 

Satu diantaranya yakni terbatasnya jumlah personel kepolisian serta terbatasnya biaya yang didapatkan oleh negara untuk mengatasi masalah kejahatan dunia maya itu. 

Menurut Kamil, piranti hukum yang ada di Indonesia juga masih tetap dirasa menghalangi jalannya pengungkapan masalah itu. Hingga pihak kepolisian yang semestinya dalam sebulan dapat mengatasi 15 perkara kejahatan dunia maya, sekarang ini cuma dapat mengatasi satu perkara saja tiap-tiap bulannya, katanya. 

“Salah satu misalnya kita bakal lakukan penggeledahan, penyitaan, penangkapan, serta penahanan pada seseorang pelaku cyber crime ini mesti memperoleh izin terlebih dulu pada Pengadilan Negeri lewat Kejaksaan. Kendala dihadapi jika kejahatan itu berlangsung pada hari Sabtu serta Minggu. Tentu rekan-rekan Kejaksaan serta Pengadilan itu tak masuk kantor. Ini menyusahkan untuk kita, ” katanya. 

Penelitian Berbagi Vision pada 151 responden media sosial tunjukkan, masalah bersua account palsu sejumlah 22 %, keyword di ketahui orang lain 13, 6 %, serta pencurian account sejumlah 9, 9 %. 

Hal semacam ini termasuk beresiko, bahkan juga sebagian masalah salah satunya berbuntut pada kekerasan yang dikerjakan anak dibawah usia, kejahatan seksual, serta masalah penculikan.


EmoticonEmoticon