Kamis, 21 Agustus 2014

Dianggap "Sial", Internet Explorer Bakal Ganti Nama?

Tags

internet explorer

Dianggap "Sial", Internet Explorer Bakal Ganti Nama? - Internet Explorer (IE) yaitu peramban yang paling banyak digunakan sekarang ini, dengan penguasaan pasar browser meraih 58 %, menurut data dari Net Applications. Angka itu tiga kali semakin besar dibanding Chrome yang duduk di urutan ke-2.

Tetapi, ada label negatif yang terlanjur dilekatkan ke IE karena versi-versi awal software ini dipenuhi lubang keamanan.

Microsoft sebagai yang memiliki IE juga mengerti ada persepsi itu serta pernah memperhitungkan ganti nama IE untuk mengenyahkan citra kurang mengenakkan yang telah kadung dituai.

Hal itu disibak oleh insinyur Microsoft Jonathan Sampson yang berperan serta dalam diskusi “Ask Me Anything (Tanyakan Apa Saja pada Saya) ” yang di gelar di komunitas on-line Reddit.

“ (Pergantian nama IE) pernah diusulkan dengan cara internal ; saya ingat suatu thread e-mail panjang dimana beberapa orang berdebat masalah itu. Banyak inspirasi terlontar tentang bagaimana kami dapat memisahkan diri dari persepsi negatif yang tidak lagi relevan dengan product kami sekarang ini, ” catat Sampson saat di tanya masalah wacana merubah nama IE, seperti diambil oleh Forbes.

Selanjutnya, Microsoft dimaksud mengambil keputusan untuk terus menjaga nama IE. Tetapi, Sampson tak tutup kemungkinan bahwasanya pergantian nama itu dapat berlangsung di masa datang.

Hal-hal lain yang ikut disibakkan dalam diskusi itu yaitu bahwasanya Microsoft tidak merencanakan merulis versus IE untuk basis mobile Android atau mungkin iOS.

IE pernah menguasai pasar browser dengan pangsa 95 % pada 2003 lantas lantaran peramban itu dibundel oleh Microsoft dengan system operasi Windows. Tetapi, sejak launching versus 6, Microsoft tidak memperbarui IE kurun waktu lama.

Celah inilah yang lalu digunakan peramban-peramban alternatif untuk masuk serta mengambil “kue” IE, seperti Mozilla yang melaunching Firefox pada 2004. Popularitas IE semakin alami penurunan bersamaan dengan berkembangnya Google Chrome, Apple Safari, serta Opera.

“Rasanya tidak enak tahu bahwasanya ketentuan pemakai tidak untuk menggunakan IE dilandasi pengalaman dari satu dekade lampau, ” lebih Sampson. “Tapi kami ketahui bahwasanya merubah persepsi umum serta memenangkan hari pemakai yaitu pekerjaan kami. ”


EmoticonEmoticon