Rabu, 02 Juli 2014

Kejahatan Cyber Kerugian Mencapai Rp 1,9 Triliun

Kejahatan Cyber Kerugian Mencapai Rp 1,9 Triliun 




Kerugian usaha disebabkan kejahatan siber (cyber) diperkirakan meraih 160 miliar dollar AS atau seputar Rp 1, 9 triliun per th., menurut suatu riset yang dikerjakan Center for Strategic and International Studies (CSIS). Cost ekonomi global untuk mengatasi kejahatan siber itu sendiri berkisar 445 miliar dollar AS atau Rp 5, 2 triliun.

Riset yang disponsori oleh perusahaan peranti lunak keamanan McAfee ini dapat mencatat, bahwasanya tindakan kejahatan siber mengakibatkan kerusakan perdagangan, daya saing, serta inovasi.

Di hari esok, kerugian disebabkan kejahatan ini diproyeksi meraih 375 miliar sampai 575 miliar dollar AS.

" Kejahatan siber yaitu beban atas inovasi serta memperlambat laju inovasi. Untuk negara-negara maju, kejahatan siber mempunyai implikasi serius untuk pekerjaan, " kata Jim Lewis, peneliti dari CSIS seperti diambil dari Reuters.

Riset ini temukan, negara menggunakan perekonomian besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, serta Jerman, memikul keseluruhan kerugian 200 miliar dollar AS per th..

Sesaat itu, kerugian yang terkena individu yaitu bocornya info kartu kredit

Sejumlah 40 juta orang di Amerika Serikat, atau seputar 15 % dari populasi, alami kerugian karena info pribadinya dicuri oleh peretas. Di Tiongkok, ada seputar 20 juta orang yang dicuri info kartu kreditnya, sesaat di Jerman seputar 16 juta orang.


EmoticonEmoticon