Kamis, 26 Juni 2014

Peretas, Dulu Cari Nama Sekarang Cari Uang

Peretas, Dulu Cari Nama Sekarang Cari Uang


Peretas, Dulu Cari Nama Sekarang Cari Uang

Peretas yaitu momok yang selalu menghantui dunia komputasi. Kecanggihan beberapa penjahat cyber makin meningkat bersamaan menggunakan perkembangan zaman, motivasi yang mendasari aksi mereka juga alami pergantian.

Hal itu diutarakan oleh Achmad Arif dari HP Security Product waktu membawakan presentasi masalah keamanan cyber dalam acara Media Gathering PT Virtus Technology Indonesia di Belitung, minggu lalu.

“Hacker dahulu mau bisa nama, mau populer, tetapi saat ini telah bertujuan usaha, ” kata Arif. Menurut dia, beberapa peretas saat ini telah tambah lebih “serius” di banding dahulu.

Tidak cuma mau pamer kekuatan membobol system, beberapa dari mereka telah condong meretas dengan cara systematis untuk mengeruk untung.

Arif mencontohkan peristiwa pada awal th. ini krtika kriminil cyber menggondol 45 juta dollar melalui ATM cuma kurun waktu sebagian jam dalam suatu kejahatan terorganisasi yang digerakkan dengan cara serentak di beberapa belahan dunia.

“Pelakunya itu hingga penelitian dahulu sampai 9 bln. sebelum saat beraksi, melalui observasi fisik serta lain-lain” tutur Arif, sembari memberikan bahwasanya peristiwa sama sempat juga menimpa bank-bank terkenal di Indonesia sekian waktu lalu.

Sebagai tujuan beberapa peretas ini juga, lanjut Arif, tidak cuma duit dalam bantuk tunai saja, tetapi data-data peka seperti info keuangan atau PIN. “Begitu bisa, mereka dapat jual ke pihak lain, ” tuturnya.


EmoticonEmoticon