Selasa, 22 April 2014

Untuk Update Windows XP, Microsoft Minta Bayaran Yang Tinggi

windows xp

Untuk Update Windows XP, Microsoft Minta Bayaran Yang Tinggi - Pada 8 April lalu, Microsoft tutup keran support tehnis untuk Windows XP yang sudah berusia 13 th.. Kisah system operasi lawas ini dengan cara resmi telah " tamat ".

Meskipun sekian, Windows XP nyatanya tetap berikan pemasukan untuk Microsoft, juga jumlahnya meraih angka jutaan dollar AS. Bagaimana dapat?

Seperti dilaporkan oleh Business Insider, hal semacam itu berlangsung lantaran Windows XP rupanya ada banyak dipakai oleh kelompok korporat. Persentasenya meraih 44 %, menurut data dari perusahaan manajemen piranti Fiberlink.

Nah, kelompok korporat ini rupanya malas berpindah dari Windows XP serta lebih menentukan untuk membayar Microsoft supaya menyalurkan support tehnis dengan cara eksklusif.

Raksasa software itu memanglah tawarkan " custom dukungan contract " supaya pelanggan terus bisa beroleh up-date untuk Windows XP yang digunakan di komputer-komputer kantor.

Tetapi, tidak sama menggunakan up-date sama dalam " saat hidup " Windows XP yang disalurkan dengan cara gratis, support kelanjutan dari Microsoft ini harus dibayar mahal, meraih 200 dollar AS per piranti untuk th. pertama. Cost tahun-tahun selanjutnya juga lebih mahal lagi.

Seseorang profesional TI menerangkan bahwasanya Microsoft mengutip 1 juta dollar AS (seputar Rp 11 miliar) untuk menyalurkan support untuk 5. 000 PC di perusahaannya. Angka itu membengkak jadi 2 juta dollar AS untuk th. ke-2, serta 3 juta dollar AS untuk th. ketiga.

Toh, banyak yang lebih menentukan membayar Microsoft daripada lakukan upgrade.

Mereka terhitung pemerintah Inggris yang menggelontorkan 9, 2 juta dollar AS ke kantong Microsoft untuk dukungan pada Windows XP, Office 20013 serta, Exchange 2003 yang digunakan computer pemerintah di bidang umum.

Pemerintah Belanda juga membayar jutaan Euro untuk support tehnis seputar 30. 000 computer.

Di Amerika Serikat, dinas pajak Internal Revenue Service (IRS) juga dilaporkan membayar Microsoft untuk masalah up-date seputar 58. 000 computer berbasis Windows XP, walaupun jumlahnya tidak sebesar yang lain, yakni " kurang dari 500. 000 dollar AS ". Sekian juga menggunakan bank-bank dari beragam belahan dunia yang tetap menggunakan Windows XP di mesin-mesin ATM.

Walau menghadirkan duit, hal semacam ini sekalipun bukan hanya berita baik untuk system operasi teranyar Microsoft, Windows 8 yang tidak kunjung sukses beroleh pangsa pemakai sebesar Windows XP.

Perusahaan-perusahaan yang tetap menggunakan Windows XP perlahan bakal bermigrasi. Tetapi maksudnya bukan hanya Windows 8, tetapi Windows 7 yang sudah berusia 3 th. dari di luncurkan pada 2009. Demikian usai migrasi, bisa jadi mereka bakal bertahan lama menggunakan Windows 7, seperti yang dikerjakan sepanjang belasan th. menggunakan Windows XP.


EmoticonEmoticon