Kamis, 10 April 2014

BlackBerry Mau Berhenti Jual Ponsel

BlackBerryBlackBerry Mau Berhenti Jual Ponsel - BlackBerry terus-menerus alami kerugian. Pada tiga bln. yang berjalan sampai 1 Maret lalu, perusahaan itu melaporkan kerugian sebesar 423 juta dollar AS. Kuartal pada mulanya, angka kerugian meraih 4, 4 miliar dollar AS.

Bila kerugian selalu berlangsung, CEO BlackBerry John Chen menyampaikan, pihaknya merencanakan berhenti menghasilkan gadget. " Bila saya tidak dapat menghadirkan duit dari usaha piranti, saya tidak bakal terjun di usaha handset, " tutur Chen dalam suatu wawancara yang diambil oleh Reuters, Rabu (9/4/2014).

Chen meneruskan bahwasanya ketentuan untuk lakukan hal itu dapat di buat kurun waktu yang relatif singkat. Dia tidak menuturkan selanjutnya perihal gagasannya, namun menyampaikan bahwasanya BlackBerry semestinya dapat menghadirkan keuntungan, lumayan menggunakan mengapalkan 10 juta piranti per th..


Pada puncak kejayaannya di th. fiskal 2011 lalu, BlackBerry mengapalkan 52, 3 juta piranti.

Chen yang mulai memimpin BlackBerry pada November th. lalu menyampaikan bahwasanya pihaknya berkeinginan untuk lakukan investasi atau kerja sama menggunakan perusahaan lain di industri-industri seperti kesehatan, keuangan, serta hukum yang memerlukan keamanan tingkat tinggi.

" Kami bangun tim service yang fokus di keamanan. Kami bangun tim piranti keras yang fokus di keamanan. Kami bakal lakukan kerja sama serta barangkali merger serta akuisisi untuk menambah keamanan, " kata Chen yang akan fokus perusahaan ke kelompok korporat sebagai kemampuan tradisionalnya dari dahulu.

Dari aktivitas mata-mata disibak ke umum oleh bekas kontraktor NSA Edward Snowden, lanjut Chen, persoalan keamanan info memperoleh sorotan dari kelompok usaha serta pemerintahan.

Chen mengaku ada kekeliruan kiat yang dikerjakan beberapa eksekutif terdahulu. Dia menyampaikan telah mempersiapkan gagasan periode panjang serta periode pendek untuk BlackBerry.

" Anda mesti melakukan hidup dalam jangka-jangka saat yang pendek. Manajemen yang dahulu berasumsi bahwasanya semua dunia bakal hampiri mereka. Saya tidak mempunyai kemewahan itu. Saya terus-menerus kehilangan duit, " tutur Chen.


EmoticonEmoticon