Jumat, 28 Maret 2014

Semakin Canggih Ponsel Semakin Mudah Di Sadap

Semakin Canggih Ponsel Semakin Mudah Di SadapSemakin Canggih Ponsel Semakin Mudah Di Sadap - Pengamat IT, Teguh Prasetya dalam seminar yang di gelar oleh Indonesia ICT Forum (IIF) bertopik, ” Mencari Jalan keluar Tehnologi Handal Anti Penyadapan” menyorot bahwasanya dalam usaha telekomunikasi persoalan utama yang di perhatikan yaitu persoalan keamanan.

Umumnya persoalan kemanan ini diklaim oleh pihak operator meraih 99. 9%. Bahwasanya system info serta teknologinya aman dari serangan pihak luar. Lalu tersedianya service, 99. 9% serta keandalan tehnologi, 99. 9%. Standard itu adalah standard baku pihak operator untuk menggelar serta memberikan keyakinan teknologinya pada customer.

" Tetapi, fakta bicara lain. Meski aspek keamanan jadi perhatian utama serta menjanjijan 99. 9%, bidang mobile malware berkembang cepat baik dengan cara tehnologi ataupun struktural, " kata dia, dalam info tertulisnya, Jumat (28/3/2014).

Terlebih cybercriminal saat ini tak akan sendirian, beberapa pengrusak atau penjual layanan malware telah jadi sisi dari operasi usaha yang serius.


“Ini telah jadi usaha sendiri serta mengundang selera dan menghadirkan duit besar. Dapat Anda banyangkan bila penyedia layanan ini dapat berikan data terutama untuk clientnya, berapakah juga si client bakal ingin membayarny. Inilah satu diantara kejahatan yang terstuktur yang memakai tehnologi, ” tuturnya.

Teguh menyampaikan, serangan malware semakin hari semakin mengganas. Macam seragan itu berbagai macam, dapat melaui SMS, e-mail, up-date software terhitung tehnologi spesial yang dipakai untuk mengambil data serta info orang yang dikehendaki. Cuma saja, lanjut Teguh, orang-orang kita kurang aware pada bahaya serangan itu.

Seperti di ketahui penyadapan mempunyai tujuan untuk mengambil data percapakan serta data pribadi sebagai tujuan penyadap. ”Kita tak sadar, tiba-tiba hape kita tak digunakan, kok, baterainya tiba-tiba panas. Mungkin saja, hp kita tengah kirim data-data Anda ke server pihak ketiga. Terlebih makin pandai hp yang Anda gunakan, makin gampang untuk disadap serta makin gampang untuk diapa-apain lantaran banyak program yang tertanam dalam hp itu, ” ungkap Teguh.

Menurut Teguh, menurut survey yang dikerjakan securelist, basis Android tertinggi jadi tujuan serangan malware yaitu meraih 98, 05%. Seperti di ketahui Android yaitu OS terbuka yang sangat mungkin beragam aplikasi dapat diunduh dengan cara gratis.

Dalam mendownload aplikasi itu, mungkin aplikasi itu telah disusupi sitem pengintai data hingga dengan cara tak sadar hp Anda lakukan transfering data ke pihak ketiga. “Intinya mesti hati-hati menentukan aplikasi serta janganlah meninggalkan jejak saat coba bergabai aplikasi. Secepatnya dellet serta bersihkan hp dari aplikasi yg tidak ramah, ” katanya.

Hubungannya dengan peran operator untuk penyedia service, maka pihak operator mesti dengan cara teratur mengaudit systemnya serta berani menyebutkan bahwasanya system yang dia pakai telah aman dari praktik penyadapan. “Hal ini utama untuk berikan kenyamanan beberapa pemakai, ” ungkap Teguh.


EmoticonEmoticon