Kamis, 20 Februari 2014

Perbedaan Antara Produk Resmi, Grey Market, Black Market dan Palsu

Posted By: Rafly Ilham - Februari 20, 2014
Perbedaan Antara Produk Resmi, Grey Market, Black Market dan Palsu - Umumnya, product seperti kamera, lensa, aksesori di jual oleh importir berlisensi, yang umumnya dimaksud distributor resmi, lalu diedarkan lewat distribusi ke dealer/penjual eceran.

Product dari grey market pasar abu-abu) tak lewat jalan distribusi seperti ini, namun lewat jalan lain, umpamanya mengimpor segera dari penjual atau pabrik yang berlokasi diluar negeri.

Mutu produknya umumnya sama. Cuma saja, barangkali terdapat banyak perbedaan seperti aksesori, bhs, kelengkapan. Ada yang nama produknya tidak sama, umpamanya di Jepang, Canon 650D dinamai KISS X7i, di Amerika namanya Rebel T5i.

Yang paling utama untuk konsumen yaitu service purna jual seperti garansi. Cost servis bila kamera rusak jadi lebih mahal serta lambat dari pada product yang di jual dengan cara resmi. Dalam sebagian masalah, pusat servis resmi bisa menampik untuk lakukan service pada product yang dibeli dari grey market.

Product grey market, bukan hanya barang palsu. Perbedaannya, product palsu mempunyai komponen elektronik yang tidak sama di dalamnya yang mutunya lebih rendah, hingga cepat rusak atau kemampuannya lebih rendah dari pada product asli. Berhati-hatilah serta janganlah tergiur dengan harga barang palsu yang terlampau rendah serta tak masuk akal.

Ada satu arti lagi yakni product black market (pasar gelap), umumnya ini merujuk pada product yang didapat lewat cara yg tidak legal, umpamanya barang selundupan atau pencurian.

Yang disebut daya tarik paling besar product dari grey market yaitu harga nya yang lebih murah yakni seputar 10%-30%. Product yang dibeli lewat jalur seperti ini condong lebih murah lantaran tak lewat jalur distribusi bertingkat (di mana tiap-tiap tingkatnya pedagang mengambil keuntungan). Harga product resmi jadi lebih tinggi juga lantaran ada cost operasi, iklan, tenaga kerja, sewa, dsb.
Perbedaan Antara Produk Resmi, Grey Market, Black Market dan Palsu

Diluar itu, distributor di negara lain mempunyai kebijakan harga product yang berlainan. Umpamanya di Amerika Serikat serta Jepang kerap ada promosi harga besar-besaran tiap-tiap musim spesifik, atau waktu lakukan bersihkan gudang product lama sesudah product baru launching.

Jual product dengan jalur impor segera adalah hal yang wajar serta cukup banyak dikerjakan oleh penjual serta toko kamera. Terdapat banyak argumen yang bikin mereka jual dengan jalur ini. Umpamanya distributor resmi tak penuhi keinginan product, maupun mau mencapai keuntungan dalam persaingan harga dengan beberapa toko yang ada.

Sesungguhnya bukan hanya jadi persoalan bila toko jual dengan jalur ini, asal toko jujur pada konsumen perihal garansi serta asal product itu. Persoalannya, kerapkali ada penjual yg tidak jujur, umpamanya mengakui bahwasanya product itu bergaransi resmi, walau sebenarnya kartu garansinya tiruan. Sesudah di periksa serial nomornya, nyatanya product itu tak tercatat.

Bila beli product dari grey market, umumnya tak ada garansinya, atau saat berlakunya beragam, dari 1 bln. ke 1 th.. Bila produknya rusak, umumnya dikembalikan ke toko serta toko bakal coba memperbaikinya.

Bila penjualan toko itu cukup besar, umumnya toko mempunyai teknisi spesial. Bila tak, toko bakal mengaturnya ke tempat servis yang lain, terhitung tempat servis resmi.

0 komentar:

Posting Komentar